Menikmati Pelayanan Publik
Pendahuluan
Salah satu fungsi yang dimiliki pemerintahan negara adalah fungsi pelayanan yaitu negara bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakatnya. Hal nyata yang harus dilakukan pemerintah dalam menjalankan fungsi ini adalah memberikan pelayanan publik kepada seluruh masyarakat. Pelayan publik (public servants) adalah pelaku pelayanan publik yang dipercayai dapat menjadi pihak yang bertanggung jawab serta memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.
Fungsi pelayanan publik adalah fungsi yang sangat penting dalam kehidupan bernegara sehingga ada etika pelayanan publik agar fungsi ini bisa berjalan baik dan harmonis. Penerapan etika dalam pelayanan publik adalah agar pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur birokrasi dapat memenuhi harapan masyarakat dan kehidupan bermasyarakat dapat lebih berkualitas.
Dalam kehidupan nyata bermasyarakat, ada pelayanan publik yang mampu memenuhi harapan masyarakat dan ada yang tidak. Banyak masyarakat yang merasa kurang puas atas pelayanan publik tetapi banyak juga masyarakat yang bergantung pada pelayanan publik tersebut. Banyak orang memang menghasilkan berbagai pandangan dan keputusan.
Dalam tulisan ini akan diuraikan tentang suatu rumah sakit negeri di kota saya dan tentang pelayanan publik dalam jasa penyediaan listrik berdasarkan pengalaman yang dialami keluarga saya.
Perlu Sabar untuk Mendapat Hak
Rumah sakit negeri di kota saya adalah rumah sakit yang besar dan menjadi pusat di daerah saya. Banyak sekali pasien dari daerah sekitar yang berobat di rumah sakit tersebut. Dilihat dari alat, teknik, kelengkapan memang rumah sakit tersebut bisa dibilang rumah sakit yang lengkap dan bisa diandalkan.
Dengan berbagai alasan banyak orang berobat di rumah sakit tersebut. Alasan utama adalah rumah sakit tersebut rumah sakit negeri sehingga biayanya lebih murah dibanding rumah sakit swasta dan rumah sakit tersebut menerima pasien yang mau memanfaatkan Askes. Maka tidak heran bila yang berobat di rumah sakit ini banyak sekali.
Pada kesehariannya untuk periksa di rumah sakit ini harus melalui proses yang lama karena banyaknya antrian, ya wajar lah karena memang banyak yang berobat. Bisa dibilang hanya orang sabar yang mau berobat di rumah sakit ini.
Pada suatu hari Papa saya sakit dan harus rawat inap. Papa saya memang minta untuk dirawat di rumah sakit tersebut dengan alasan mau memakai Askes PNS karena Papa saya bergolongan IV A jadi kalau Askes tidak dimanfaatkan sayang sekali.
Mama saya yang mengurusi semua prosedur dalam pengurusan Askes mulai dari pendaftaran pasien, kendali Askes, pengambilan obat serta pengambilan infus. Semua proses tersebut memakan waktu lama dan harus antri serta harus putar-putar.
Ternyata untuk mendapat hak, yaitu memanfaatkan Askes saja harus bersabar dan penuh perjuangan.
Bila dibandingkan dengan rumah sakit swasta, pelayanan di rumah sakit tersebut memang harus melalui prosedur panjang dan lama. Di rumah sakit swasta, obat dan infus itu diantar oleh perawat ke kamar pasien tapi ternyata tidak demikian di rumah sakit ini. Mama saya harus antri di apotik dan mengambilnya sendiri. Ya memang inilah yang terjadi.
Di lain sisi, menurut saya pelayanan publik di rumah sakit tersebut sangat membantu banyak orang dan menjadi penolong bagi masyarakat. Saat berada di rumah sakit tersebut saya merasa memang keberadaan rumah sakit ini adalah salah satu bentuk pelayanan publik yang menjadi jawaban bagi masyarakat.
Semoga prosedur di rumah sakit tersebut bisa diperbaiki sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan dengan nyaman dan senang. Tidak bisa dibayangkan bila rumah sakit tersebut tidak ada. Pelayanan publik memang sangat berarti untuk kehidupan masyarakat jadi sudah selayaknya segala sesuatunya semakin baik.
Bukan yang Didapat tetapi yang Diberikan
Pada suatu siang saya pergi ke suatu tempat di mana kantor pelayanan pembayaran listrik berada. Saya datang dan mangambil nomor antrian. Saya merasa nyaman mengikuti antrian karena tempatnya bagus dan nyaman.
Tibalah waktu saya menuju ke pegawai yang melayani pembayaran listrik. Saat datang ke meja nya, ada tulisan yang kurang lebih memiliki arti ”Jangan Memberi Imbalan atas Pelayanan Kami“. Ini adalah suatu bentuk pembangunan mental yang baik. Dengan adanya tulisan tersebut berarti kantor tersebut berniat dan berusaha untuk melakukan pelayanan yang memuaskan tanpa adanya uang tambahan yang tidak semestinya diterima.
Sudah sepantasnya setiap pelayan publik bekerja keras untuk melayani masyarakat dengan baik dan memuaskan tanpa mengharap imbalan lebih. Yang penting adalah hati yang tulus dalam memberikan pelayanan. Bukan apa yang didapat dari orang lain yang dipikir tetapi apa yang diberikan kepada orang lain yang harus dipentingkan.
Penutup
Jika setiap pelayan publik memiliki jiwa yang kuat untuk melayani masyarakat dengan menerapkan etika pelayan publik yang ada pasti kehidupan bermasyarakat ini sangat harmonis dan bahagia. Belum terlambat untuk memikirkan orang lain, bahkan tiada kata terlambat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ketulusan hati.
Sudah saatnya bangkit untuk memikirkan kepentingan orang lain. Sudah seharusnya berlari untuk berjuang menjadikan Indonesia lebih baik.
“KARENA HIDUP ADALAH UNTUK BERBUAH”
